
Judul : Goosebumps : “Si Boneka Hidup Beraksi”
Pengarang : R.L. Stine
Alih Bahasa :
Tanti Lesmana
Penerbit :
PT.
Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit :
2015
Cetakan :
ke – 6, September 2015
ISBN :
978 – 602 – 03 – 1707 - 6
Tebal halaman :
192 halaman
Goosebumps : “Si Boneka Hidup Beraksi” adalah novel bergenre horor yang dikarang oleh R.L. Stine dan di terjemahkan oleh ahli bahasa bernama Tanti Lesmana serta diterbitkan oleh P.T. Gramedia Pustaka Utama.
Novel ini menceritakan tentang saudara kembar Kris Powell yaitu Lindy Powell yang baru saja mendapatkan boneka ventrilokuis yang ia namakan Slappy, Kemudian Lindy dan Slappy mencuri perhatian teman teman, orang tua, bahkan tetangga mereka. Kris merasa tersisih dan kesal karena dirinya tidak diacuhkan. Jadi, dia mencari boneka ventrilokuis lain supaya dapat bersaing dengan saudaranya itu. Tetapi, dua boneka tersebut rupanya menimbulkan masalah, apalagi ketika hal-hal seram mulai terjadi seperti mereka dapat bergerak, berjalan, bahkan berbicara.
Kejadian itu diawali ketika Kris dan Lindy mengitari rumah di dekat supermarket yang masih dalam proses pembangunan. Dan saat mereka tiba di ujung pekarangan rumah tersebut, mereka menemukan boneka ventrilokuis di dalam tong sampah hitam yang berukuran besar. Kemudian, setelah mereka berdebat tentang siapa yang akan memiliki boneka tersebut, akhirnya boneka itu menjadi milik Lindy dan dinamakan Slappy.
Setelah kejadian itu, Kris merasa kesal dan iri kepada saudara kembarnya itu karena Lindy selalu berlatih dengan boneka ventrilokuis-nya untuk mengadakan pertunjukan. Ternyata, pertunjukan ventrilokuis yang diperagakan oleh Lindy bersama Slappy sukses menarik perhatian banyak orang. Hal itu membuat Kris merasa kesal dan iri terhadap saudara kembar-nya itu. Kemudian Kris meminta boneka kepada orang tua nya, yaitu Bapak Powell dan Ibu Powell, agar dapat bersaing dengan saudara kembarnya.
Karena rasa iri dan keinginan Kris untuk mempunyai boneka ventrilokuis, akhirnya orang tua nya membelikan Kris sebuah boneka ventrilokuis yang mirip dengan boneka milik Lindy. Dan sama seperti saudara kembarnya, Kris juga berlatih ventrilokuis dengan boneka baru-nya yang ia namakan Mr.Wood.
Seiring berjalannya waktu, dua boneka yang dimiliki oleh dua bersaudara kembar itu melakukan hal-hal menyeramkan, seperti bergerak, berjalan, bahkan berbicara. Tetapi semua kejadian itu tidak dapat dilihat oleh orang tua mereka. Hal-hal menyeramkan semakin sering terjadi, Slappy dan Mr.Wood mulai melakukan hal-hal yang mengganggu Kris dan Lindy.
Suatu malam, karena dua bersaudara kembar itu ketakutan akan Mr. Wood yang membuat onar didapur mereka, akhirnya mereka memasukkan boneka tersebut kedalam koper dan berniat mengubur nya di tanah kosong yang terletak di samping rumah. Keesokkan hari-nya, boneka yang telah mereka kubur yaitu Mr.Wood sudah berada di bawah kursi dapur mereka. Ternyata, perjuangan Kris dan Lindy mengubur Mr.Wood di bawah timbunan tanah sia-sia, sebab dia tetap dapat kembali ke rumah. Karena merasa ketakutan dan sangat tergganggu dengan boneka tersebut, dua bersaudara kembar itu pun menyeret Mr. Wood ke pekarangan rumah. Ternyata disana terdapat seorang lelaki yang sedang menggunakan mesin pemotong rumput, dan tanpa disadari Mr.Wood berlari membelakangi mesin tersebut, sehingga boneka ventrilokuis tersebut hancur tergiling oleh mesin pemotong rumput.
Setelah Mr. Wood hancur oleh mesin pemotong rumput, turun hujan yang membasahi pekarang rumah. Gadis-gadis bersaudara kembar itu kembali ke dalam rumah dan memasuki kamar mereka. Sesampainya mereka di kamar, ternyata jendela kamar terbuka lebar, tirai-tirainya berkibar-kibar kencang, dan air hujan menderu masuk. Kris lekas-lekas melintasi ruangan untuk menutup jendela. Ketika dia mencondongkan badan di atas kursi untuk meraih bingkai jendela, tahu-tahu Slappy mengulurkan tangan dan meraih lengan-nya, sambil berkata “Hei budak- apa boneka satunya itu sudah pergi ?” si boneka bertanya dalam geraman parau. “Kupikir dia tidak bakal pergi-pergi!” terus-nya. (Dikutip dari hal. 163)
Novel ini memberikan banyak pelajaran kepada pembacanya. Kita harus berbagi kebahagiaan kepada sesama saudara. Jangan menikmati kebahagiaan sendiri dan hanya memamerkan kebahagiaan tersebut tanpa berbagi kepada saudara. Kita juga sebaiknya jangan terlalu iri terhadap saudara, baik itu iri terhadap benda maupun keahlian mereka, dan bersikap dewasa dan kreatif lah untuk memperoleh kebahagiaan diri sendiri.
Novel ini memiliki alur cerita yang menarik dan tidak terduga, mulai dari awal, tengah sampai akhir cerita. Akan tetapi, bahasa yang digunakan novel ini mudah dipahami oleh pembaca, sehingga pembaca dapat mengikuti alur cerita dengan baik. Novel ini terbagi menjadi 25 bab, sehingga memudahkan bagi pembaca untuk membaca-nya sedikit demi sedikit. Novel ini memiliki ciri khas yaitu, akhir cerita yang mengambang atau menakutkan disetiap akhir bab-nya. Tetapi sayangnya, ada beberapa kata yang tidak diterjemahkan dari bahasa Inggris, contoh nya kata ‘ventrilokuis’, hal ini sedikit menyulitkan pembaca untuk memahami cerita ini. Namun, dibalik itu semua, cerita ini sangat saya rekomendasikan bagi para penggemar novel bergenre horror, karena memiliki alur cerita yang menarik dan benar-benar membawa pembaca kedalam ketegangan ceritanya.









